Tuesday, September 16, 2014

CALL FOR WRITING PAPER NOVEMBER 2014

REDAKSI
Jurnal Al-Rabwah Vol VIII. No. 1 dan No 2 Edisi Mei &Nov 2014



Kepada YTH.
Bapak/Ibu Saudara/i
Dosen, Teorisi/Praktisi dan Pemerhati Pendidikan di Kutai Timur dan sekitar
Untuk bersumbang ide/gagasan, serta tulisan pendidikan bagi jurnal tercinta “Al-Rabwah” Edisi Mei & Nov 2014, dengan ketentuan sebagai berikut:
KETENTUAN PENULISAN
JURNAL ILMU PENDIDIKAN AL-RABWAH
STAI SANGATTA KUTAI TIMUR
Penulisan Karya Ilmiah pada Jurnal Al-Rabwah memiliki ketentuan sebagai berikut:
1. Jurnal Ilmu Pendidikan Al-Rabwah adalah jurnal Ilmiah di bidang Pendidikan yang dikelola oleh STAI Sangatta Kutai Timur.
2. Jurnal Ilmu Pendidikan Al-Rabwah terbit berkala 2 kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Mei dan November.
3. Jurnal Al-Rabwah berisi antara 7 – 9 tulisan dalam setiap edisinya.
4. Sumber Tulisan Jurnal Al-Rabwah diperoleh dari sumbangan penulis baik praktisi pendidikan, dosen dan teorisi di bidang pendidikan.
5. Tulisan Ilmiah al_rabwah terdiri dari pendahuluan, pembahasan dan penutup. Tulisan berkisar antara 12-20 halaman.
6. Pemuatan tulisan sepenuhnya didasarkan atas persetujuan dewan redaksi melalui rapat unsur pimpinan redaksi.
7. Tulisan yang masuk ke redaksi harus memuat; judul tulisan, nama dan biografi singkat penulis, abstract dalam bahasa asing (Arab/ Inggris) atau bahasa selain dari bahasa penulisan makalah (makalah dengan bahasa Arab bisa memillih abstrak dengan bahasa selain Arab, -Indonesia atau Inggris, dan sebaliknya).
8. Sistematika penulisan berisi: Abstract (1 halaman), Pendahuluan (mak 4 halaman), Pembahasan (mak 13 halaman), penutup (mak 2 halaman).
9. Tulisan diketik dalam kertas ukuran A4, 1,5 spasi, dengan jenis huruf Garamond tebal 12, dan marjin tulisan dengan pola 4-4-3-3.
10. Tulisan dikirim ke redaksi dengan bentuk soft file ke email tatok.m@gmail.com
11. Sistem penulisan rujukan dengan model foot note.
12. Tulisan yang masuk diedit dan disesuaikan oleh redaksi pelaksana dengan tanpa merubah dan mengaburkan subtansi bahasan.
13. Tulisan pada edisi ini kami batasi sampai tanggal 15 Oktober 2014 sampai di meja redaksi al-Rabwah; bagi tulisan yang dimuat berhak mendapatkan 4 eksemplar jurnal yang diterbitkan.

“Kami sambut dengan terbuka apapun kreatifitas dan ide tulisan anda melalui jurnal ini, guna membangun peradaban manusia yang berilmu, mencerahkan dan menggerakkan”.
Salam Hangat seluruh jajaran Redaksi Jurnal Al-Rabwah (Mustathok., dkk.)

Tuesday, March 11, 2014

DOSEN STAI SANGATTA KUTAI TIMUR CALON KOMISIONER KPU

SANGATTA,SuaraKutim.com
Sebanyak 35 orang warga Kutai Timur (Kutim) pagi ini adu kemampuan untuk menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2014 – 2019. Mereka yang akan merembutkan 5 kursi sebagai wasit Pemilu ini, merupakan hasil seleksi tahap awal yakni administrasi.
Sekretaris Timsel Saiful Ahmad, disela-sela tes tertulis, Sabtu (1/3), menerangkan, peserta ujian tertulis akan diuji seputar pelaksanaan Pemilu termasuk peraturan serta sengketa-sengketa kepemiluan berikut pembuatan makalah.
Dari sederet nama yang akan berlaga, terdapat wajah lama diantaranya Mardianto, Hasbullah, selain itu terdapat kalangan dosen seperti Andi Mursalim dan Mita Sondang Rizki, Mustatho dan Ulfa Jamiatul Farida.
Berdasarkan penelitian berkas, juga ditemukan sejumlah PNS seperti Azis Ali Machmud, Arafah, Abu Samang, Jamil Hakim , Slamet Riyanto serta Supriyanto. Dari kalangan wartawan ada dua orang yakni Joni Sapan Palelleng dan Sayuti Ibrahim.”Juga ada yang berstatus ibu rumah tangga serta wiraswasta,” ungkap pegawai BPMD Kutim ini seraya menegaskan peserta jika terpilih wajib menanggalkan jabatan profesinya selama lima tahun.
Lebih jauh, ia menyebutkan, setelah mengikuti ujian tertulis yang diawasi dua anggota KPU Kaltim yakni Ahmad Rifani dan Doni Muhctar, peserta akan mengikuti tes kesehatan yang dilaksanakan pada Senin (3/3). Sedangkan, tes psikologi dilaksnakan dua hari setelah tes kesehatan. “Pengumuman untuk tes hasil tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi akan dilaksanakan pada tanggal enam Maret 2014 mendatang, kemudian Timsel akan meminta tanggapan masyarakat,” Jelas Syaiful seraya menambahkan pengaduan atau laporan masyarakat akan dijamin kerahasiannya meski pelapor wajib menyampaikan data lengkap saat menyampaikan tanggapan.
Dibeberkan, proses penentuan lima besar akan dilakukan setelah peserta mengikuti tes wawancara dan klarifikasi terhadap laporan masyarakat. “Diusahakan pada tanggal delapan Maret sudah ada pengumuman siapa saja yang berhak menjadi anggota KPU,” sebut Syaiful.(SK-01)


SOAL TES TULIS ANGGOTA KPU

TES TULIS CALON ANGGOTA KPU KUTAI TIMUR
Tentang Kebangsaan, Kenegaraan dan Pemilu
1. Salah satu syarat menjadi presiden RI adalah sebagai berikut, kecuali:
a. Menjadi warga negara RI semenjak lahir dan tidak pernah menyandang kewarganegaraan lain selain pemberian.
b. Tidak pernah dihukum penjara yang telah ditetapkan hukumnya dengan kepastian hukum
c. Tidak berkhianat kepada negara
d. Mampu secara jasmani dan rohani menjadi presiden RI
2. Kemunculan partai dalam sebuah pemilu adalah karena?:
a. Sistem negara
b. Sistem pemilu
c. Amanah UUD 1945
d. Keinginan rakyat
3. Adanya Partai Politik mempunyai tujuan?.
a. Mensejahterakan anggotanya
b. Mewujudkan visi dan misi partai
c. Menjadi peserta pemilu
d. Mendapatkan dana APBN dalam keikutsertaannya pada pemilu
4. Antara KPU, KPU provinsi dan KPUD bersifat?.
a. Hirarkis
b. Otonom
c. Campuran
d. Terpisah sama sekali
5. Dalam sistem kenegaraan, antara daerah dan pusat terdapat hubungan?.
a. Otonom
b. sentralisasi
c. Federal
d. Desentralisasi
6. Dalam sistem pemilihan presiden, di Indonesia menggunakan sistem pemilu?.
a. Post past
b. two round system
c. Distrik
d. Sistem proporsional terbuka
7. Penyelenggaran pemilu di tingkat kabupaten adalah?
a. Bawaslu Kabupaten dan KPUD
b. PPK dan PPS
c. KIPP, Bawaslu dan KPUD
d. Semua benar
8. Presiden dan Bupati berkedudukan sama di depan hukum, karena?.
a. Sama-sama dipilih rakyat
b. Tidak bisa diturunkan oleh DPR dan DPRD
c. Sama memiliki daerah kekuasaan
d. Mengepalai daerah dan negara
9. Asas pemilu sesuai dengan UUD 1945 adalah?.
a. Langsung, umum, bebas, rahasia
b. Langsung, umum, bebas, rahasia, profesional dan akuntabel
c. Langsung umum bebas rahasia, jujur dan adil
d. Semua benar
10. Peserta pemilu tahun 2014 di Indonesia adalah?.
a. 13 partai nasional dan 2 partai lokal
b. 12 partai nasional dan 3 partai lokal aceh
c. 15 partai nasional
d. 13 partai nasional
11. Daerah yang memiliki wilayah khusus adalah?
a. Aceh
b. Aceh dan papua
c. DIY dan solo
d. Tidak ada yang benar

Thursday, November 28, 2013

Mengasah Pikir, Pertebal Iman: UTS FIQH SYARIAH JURUSAN EKONOMI SYARIAH

Mengasah Pikir, Pertebal Iman: UTS FIQH SYARIAH JURUSAN EKONOMI SYARIAH Mari Hidup lebih sempurna, indah dengan estetika, cerdas dengan humanitas, dan damai dengan hati; saling berkasih-sayang.

UTS FIQH SYARIAH JURUSAN EKONOMI SYARIAH

UTS FIQIH
KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SANGATTA KUTAI TIMUR
JURUSAN SYARIAH


Ujian : UTS 2013/2014
Mata Kuliah : Fiqih
Jurusan : Syari’ah
Semester : 1
Bentuk Ujian : Take Home
Tanggal Penyerahan : Sesuai dengan jadual UAS Fiqh
Kelas : Reguler (A) dan (B), weekend (C, D dan E)
Dosen : MUSTATHO', S.H.I., M.Pd.I



A. Thaharah

Islam merupakan agama yang mencintai kesucian dan kebersihan. Urgensi kesucian dan kebersihan ini semakin nyata dengan sempurnanya ajaran Islam mengenai tata cara bersuci. Bersuci dari hadas kecil dapat dilakukan dengan wudu; sementara bersuci dari hadas besar dapat dilakukan dengan mandi wajib. Pertanyaanya:
a. Cari dan terangkan sejarah disyariatkannya wudu serta filosofi dari wudu itu sendiri; mengingat tidak semua anggota badan adalah anggota wudu.
b. Jelaskan tata cara tayamum dan mandi junub, sertakan niatnya masing-masing!

B. Shalat

Setiap amalan berpulang kembali kepada niatnya. Niatlah yang mempengaruhi kemana arah dan tujuan dari ibadah; tak pelak dalam setiap ibadah niat selalu berada sebagai rukun. Pertanyaanya:
a. Apa fungsi niat dalam ibadah? Di mana letak/tempat niat? Bagaimana hukum mengucapkan niat menerut para ulama?
b. Dalam shalat subuh kita mengetahui kebanyakan ulama memaknai qunut sebagai sunnah ab’ad. Artinya sunnah yang harus diganti dengan sujud sahwi apabila kelupaan mengerjakannya. Pertanyaanya; Bagaimana sejarah timbulnya qunut? Mengapa terjadi perbedaan pendapat seputar qunut subuh? Serta bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut?

C. Puasa

Umat Islam Indonesia tidak pernah sepakat dalam menentukan satu waktu bersama untuk puasa dan lebaran (idul Fitri). Sebagaimana kita ketahui untuk menentukan awal Ramadhan, ada dua cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pertanyaan:
a. Sebutkan dua cara ini dan dalil masing-masing!
b. Menurut anda di antara dua pendapat tentang awal Ramadhan ini, manakah yang paling mendekati kebenaran?. Sertakan alasan anda!

D. Nikah (Soal tambahan Untuk Kelas Weekend C/D/E)

Menikah adalah syariat Islam pertanyaanya:
a. apa fungsi menikah di dalam kehidupan umat manusia?
b. adakah hubungan antara syariat menikah dan kesehatan?. Tolong jelaskan, terutama kaitannya dengan pencegahan penyakit HIV-AIDS yang diperingati setiap tanggal 1 Desember.

>. SELAMAT MENGERJAKAN!
Jawaban yang sama antar mahasiswa atau ada indikasi sama, tidak akan diberi nilai.

Monday, May 13, 2013

UNDANGAN SEMINAR INTERNASIONAL (CALL FOR PAPERS) AUGUST 2013

Kepada

Ibu/Bapak Pemerhati Politik Lokal di Indonesia

Di tempat



Dengan hormat,



Lembaga Percik akan menyelenggarakan Seminar Internasional ke-14 tentang Dinamika Politik Lokal dengan tema “Dinamika Politik Lokal: Konsolidasi Acuan Transformasi bagi Pengembangan Kepemerintahan Demokratis di Aras Lokal” pada tanggal 27 - 30 Agustus 2013 di Kampoeng Percik Salatiga. Peserta seminar adalah para ilmuwan sosial, peneliti, aktivis LSM, dan pengambil kebijakan pemerintah maupun swasta. Melalui surat ini kami ingin menjajaki kesediaan Ibu/Bapak untuk menjadi pemakalah, khususnya berkenaan salah satu topik seperti tercantum dalam kerangka acuan terlampir.



Apabila berminat Ibu/Bapak dapat menyusun abstrak makalah tentang topik tertentu dan mengirimkannya kepada kami, paling lambat tanggal 31 Mei 2013, ke:

Panitia Seminar Internasional Percik

Kampoeng Percik, Ds. Turusan. Jl. Patimura Km.1. Salatiga 50711

Telepon : 0298-321865

Email : percik@percik.famili.com



Seminar ini menekankan pada sumbangan makalah yang bercorak telaahan teori/wacana dan hasil-hasil penelitian (berupa penelitian teks ataupun penelitian fieldwork).

Lamaran dari peserta yang berupa abstrak ini akan diproses melalui prosedur call for papers. Dari peserta yang abstraksnya lolos seleksi diminta mengirimkan makalah lengkapnya agar paling lambat tanggal 7 Agustus 2013 diterima di Lembaga Percik.



Untuk peserta dari dalam wilayah Indonesia yang telah terseleksi, seluruh transportasi dan akomodasi selama seminar ditanggung oleh panitia.

Kami juga mengharap Ibu/Bapak menyebarkan informasi ini kepada orang-orang yang dapat dipertimbangkan untuk menjadi calon pemakalah.

Sambil menanti tanggapan Ibu/Bapak kami mengucapkan terima kasih.



Teriring salam,

a/n Panitia Pengarah

Dr. Pradjarta Dirdjosanjoto

Tuesday, January 29, 2013

MAULID NABI AJARAN ISLAM YANG PERLU DIPERTAHANKAN

MENEPIS TUDINGAN BID’AH PADA PERINGATAN MAULID NABI SAW
Dimuat di Radar Sangatta 29/1/2013
Oleh Mustatho’, S.H.I., M.Pd.I

Peringatan maulid nabi di sana-sini telah diperingati, kebanyakan umat Islam memperingatinya bertepatan dengan tanggal kelahiran Nabi yakni 12 rabiul awwal namun sebagian yang lain memperingatinya disesuaikan dengan kelonggaran dan perencanaan waktu yang mereka miliki. Hal ini tidaklah menjadi persoalan yang besar yang harus dipersoalkan keabsahannya, karena terkait dengan Kelahiran nabi Muhammad SAW sendiri dalam dunia Islam ada dua pendapat, yakni yang pertama jumhur (kebanyakan golongan) sunni berpendapat tanggal lahir nabi SAW bertepatan dengan peristiwa pasukan Gajah yang hendak menyerang ka’bah pada tanggal 12 Rabiul Awwal. Pendapat yang kedua dari kaum syiah yang berpendapat tanggal lahir Muhammad SAW adalah jatuh pada tanggal 17 Rabiul Awwal.

Perbedaan tanggal lahir nabi Muhammad SAW ini tidak menjadi persoalan serius dengan dua alasan pertama bahwa setiap kelahiran tokoh bersejarah selalu memunculkan banyak prespektif, hal ini bisa jadi karena sistem kalender dan catatan administrative yang saat itu belum dimiliki dengan baik. Kedua meski memperingati kelahiran nabi dengan waktu yang berbeda, baik yang memperingati pada tanggal 12 maupun 17 rabiul awwal keduanya sepakat bahwa peringatan maulid nabi Muhammad SAW tidaklah dilarang agama kaena memperingatinya adalah sebentuk ekspresi rasa cinta dan rindu kepada pribadi agung Muhammad SAW. Persoalannya adalah, masih ada sebagian kaum muslim yang melarang peringatan ini dan menudingnya sebagai bid’ah (sesat).


Tudingan bid’ah pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini diasumsikan mereka dengan dua argumentasi bahwa pertama pada zaman Nabi Muhammad masih hidup beliau (Muhammad sendiri) tidak pernah memperingatinya, kedua bahwa peringatan ini menyama-nyamakkan (tasyabuh) dengan peringatan kelahiran yesus (natal). Dua Argumentasi ini ditopang dengan dua topangan dalil pula pertama segala sesuatu yang tidak pernah ada pada zaman nabi adalah sesat “…kullu bid’ah dhalalah, wa kullu dhalalatin dakhalan nar…” yang artinya segala sesuatu yang bid’ah adalah sesat dan segala yang sesat akan masuk neraka. Kedua memirip dan menyamakan dengan perbuatan orang kafir adalah dosa “man tasyabbaha bi qaumin fahuwa min hum” yang artinya barang siapa menyerupai suatu bangsa maka dia termasuk bagian dari bangsa tersebut; dan peringatan maulid nabi ini dianggap menyerupakan dengan natal di agama nasrani (katolik dan Kristen).

Tempatkan Bid’ah pada Tempat yang Semestinya

Istilah bid’ah adalah segala sesuatu yang tidak ada dan tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan pengertian ini maka terrna bid’ah akan berkonsekuensi pada pengharaman setiap hal yang tidak pernah ada dan belum diajarkan oleh nabi SAW baik persoalan dunia (social) maupun persoalan akhirat (ibadah). Karena keumuman makna bid’ah ini jumhur ulama’ syafi’iyaah menggolonggkan bid’ah pada dua golongan, yakni bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) dan bid’ah sayyi’ah (bid’ah yang buruk). Bid’ah hasanah adalah segala sesuatu yang mempunyai kemanfaatan bagi umat manusia meskipun ia belum pernah ada pada zaman Nabi Muhammad SAW; bid’ah hasanah ini juga terbagi dua yakni bid’ah hasanah fi umuri dunya (persoalan dunia) seperti penggunaan alat-alat untuk menunjang kehidupan (mobil, pesawat, dll yang belum pernah ada pada zaman nabi). Pada bid’ah ini manusia tidak bisa mengelak memakainya karena ia adalah keniscayaan hidup dan merupakan sunatullah (hukum Allah) sebagaimana kaidah fikih “taqhayurul ahkam bi taghayyuril azlam wa makan” yang artinya perubahan hukum bisa terjadi karena perubahan zaman, kondisi dan tempat.

Bid’ah hasanah yang kedua ada pada bidang ibadah, namun ibadah ghoiru mahdoh (ibadah umum -social dan kemanusiaan) bukan ibadah mahdoh (ibadah khusus kepada Allah). Ibadah ghoiru mahdoh adalah ibadah-ibadah yang menekankan pada nilai maslahah dan mafsadah (positif dan negatifnya) sebagaimana dalil nabi “al-Aslu fil amri lil mu’amalah al-Ibadah” yang artinya hukum asal untuk persoalan-persoalan muamalah adalah boleh. Sementara ibadah mahdoh adalah ibadah hukmiyah yang mutlak ada tuntunan dan syariatnya seperti shalat lima waktu, zakat haji yang mana ibadah ini berlaku hokum HARAM menambah dan menguranginya, dalam kaidah fikih dikenal dengan “al-ashlu fil asy’ya lil ibadah alharam”, yang artinya hokum asal untuk persoalan ibadah adalah haram. Dari argumentasi ini, persoalan maulid nabi masuk pada kategori bid’ah hasanah fi ibadah ghoiru mahdoh wa muamalah (bid’ah pada persoalan ibadah umum dan muamalah) hukumnya boleh karena memperingati maulid nabi mampu menimbulkan kecintaan kepada Nabi sekaligus untuk tarbiyah (pendidikan) bagi generasi muda muslim mengenal Nabi mereka.

Alasan kedua mengharamkan maulid dengan tasyabuh (menyerupakan) dengan natal; juga kurang berdasar karena dua hal. Pertama, bahwa peringatan mauled nabi ini bukanlah sebentuk kultus (pendewaan) kepada Nabi Muhammad, dimana Natal (kelahiran yesus) jelas-jelas berupaya mengkultuskan yesus ketingkat ketuhanan. Sementara mauled Nabi adalah upaya mencontoh dan meneladani semua kebaikan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Kedua, meyerupakan sendiri sebenarnya boleh dan syah-syah saja sebagaimana nabi juga tidak pernah melarang menemukan ilmu dari semua sumber bahkan sampai ke negeri cina, kata nabi “uthlubul ilma walau bis shin” yang artinya tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. Yang perlu diingat juga adalah alasan penyerupaan (tasyabuh) bisa terjadi jika yang diserupai dan yang menyerupai memiliki dan memenuhi dua unsur yang sama; yakni unsur forma dan materialnya. Para wali di Indonesia pernah menggunakan unsur formal (wayang –budaya hindu) sebagai sarana dakwah Islam namun unsur material (isi dakwah) dirubah mejadi islami. Sementara mauled nabi unsur formalnya jelas berbeda lebih-lebih unsur materialnya yang merupakan perwujudan kecintaan kepada Rasul Muhammad SAW.

Terakhir, penulis menghimbau seyogyanya kaum muslimin yang memperingati mauled Nabi tidak pelu was-was dan gelisah karena tudingan bid’ah ini, karena jelas-jelas peringatan maulid adalah hak umat Muhammad untuk mengekspresikan cinta kepada junjungannya. Kedua bagi yang menganggap bid’ah semestinya tidak menggemborkan tudingan tersebut dan tidak menganggap semua yang menyelenggarakan mauled nabi sebagai sesat karena prespektif satu kelompok umat tidak bisa dipaksakan kepada kelompok yang lain sebagaimana kadiah ushul “al-ijtihadu la yunqadu bil ijtihadil akhar” yang artinya satu hasil ijtihad tidak bisa menggugurkan hasil ijtihad yang lainnya. Jelas-jelas anggapan bid’ah pada peringatan mauled Nabi hanya sebuah produk ijtihadi dari kaum muslim yang tidak mau bemaulid Nabi. Demikian wa Allahu a’lam.

Mustatho’, S.H.I., M.Pd.I
Dosen Fikih STAI Sangatta Kutai Timur
Email. tatok.m@gmailo.com/ www.mustathok.blogspot.com/ 081254447281

MAULID NABI DAN RITUS SEREMONINYA

MENEMBUS MAKNA RUTINITAS PERINGATAN MAULID NABI SAW
Dimuat di Radar Sangatta, Kamis 24/1/2013



Oleh: Mustatho’, S.H.I., M.Pd.I

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lebih dikenal luas dengan istilah maulid Nabi SAW selalu diperingati secara meriah oleh umat di seluruh dunia. Hari lahir nabi (maulild) Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 rabiul awwal ini di sana-sini khususnya di Indonesia biasanya diperingati dengan berbagai macam kegiatan, di antara yang popular adalah pengajian yang mengulas kembali tentang sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad membawa dan menyebarkan risalah Islam. Pertanyaanya adalah peringatan kelahiran Nabi SAW yang terus terulang dalam setiap tahun akan menjadi moment beku dan ritual rutin yang hampa makna jika tidak diiringi dengan prespektif lain dalam memandang dan memahami sosok seorang Muhammad SAW.

Stagnasi dan kungkungan rutinitas peringatan maulid nabi Muhammad SAW akan menjadi kenyataan jika umat Islam di dunia dan di Indonesia hanya mengulang-ngulang sejarah kenabian belaka –lahir dan perjuangannya, dari satu sudut belaka tanpa berusaha memberi pemaknaan yang baru. Yang ada, di setiap tahun kita dapati peringatan maulid nabi Muhammad SAW selalu diisi dengan materi tentang “akhlakul Karimah” dari Nabi Muhammad SAW, dan cerita teladan-teladan kebajikan yang beliau ajarakan. Materi “Akhlakul karimah dan teladan nabi” memang tidak ada salahnya, namun pada akhirnya menjadi seremoni tahunan yang tidak membawa konsekuensi apapun bagi bangsa kita Indonesia. Karena kenyataannya moralitas bangsa kita, Indonesia, tidak pernah beranjak untuk menjadi lebih baik, alih-alih mencontoh Rasul Muhammad SAW melalui peringatan maulid Nabi SAW. Sungguh ironis di tengah kebobrokan moral, peringatan tersebut pada akhirnya hanya menjadi hiburan bahwa umat Islam Indonesia pernah memiliki tauladan agung Muhammad SAW dengan moralitas yang sempurna yang dimilikinya.
Sesungguhnya kebajikan moral dan sikap kepemimpinan yang dimiliki Rasul Muhammad SAW memang tidak bisa diragukan, sebagaimana yang diterangkan di dalam al-Quran suarat al-Qalam; 4 “wainnaka la’ala khuluqin adzim” dan sungguh engkau Muhammad Saw memiliki akhlak yang agung. Ditopang dengan riwayat yang mengetengahkan bahwa terjadi dialog antara seorang Badui Arab dengan Aisyah –istri nabi, yang mempertanyakan tentang akhlak nabi Muhammad Saw. Kemudian Aisyah menjawab “akhlak Nabi Muhammad adalah al-Qur’an.

Muhammad sebagai Manusia Biasa yang Bisa Dicontoh


Pernyataan tentang akhlak mulia Nabi Muhammad SAW –melalui Al-Qur’an dan Hadis, melambungkan posisi nabi Muhammad mengawang bagai tidak tersentuh oleh ukuran kemanusiaan. Maka jawaban atas peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang setiap tahun kita peringati tersebut adalah semestinya kita tempatkan Muhammad SAW dalam posisi yang wajar sebagaimana manusia biasa. Ketika Muhammad SAW dipandang dalam prespektif normative teologis maka yang ada adalah nabi Muhammad sebagai seorang yang ma’sum (tidak pernah berbuat dosa) sebagaimana Allah tandaskan “wa ma yantiqu anil hawa inhuwa illa wahyu yuha” yang artinya dan tidaklah muhammad berbicara melalui hawa nafsunya melainkan dari wahu Allah SWT; dalam prespektif ini umat nabi Muhammad tidak mungkin dapat mengikuti dan mencotohnya. Perspektif kedua, Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang mungkin melakukan kesalahan (bukan dosa) dalam bidang pemikiran dan strategi politik dalam menjalankan pemerintahannya. Sebagaiamana banyak sejarah mengetengahkan tentang siasat Nabi dalam melepaskan tawanan perang badar yang memilih pilihan untuk menukarkan para tawanan perang badar dengan tebusan padahal Allah menghendaki lain yakni sikap tegas Muhammad SAW sebagai pemimpin negara dalam masalah ini dan bukan sifat arif dan bijaksana Muhammad sebagai Rasul dan utusan Allah yang selalu memberi maaf dan kasih kepada seluruh alam.

Terakhir sebagai penutup, Muhammad SAW sejatinya bukanlah manusia setengah dewa (sebagaimana syair iwan fals) yang tidak tersentuh salah. Muhammad SAW lahir dengan kondisi kemanusiaan yang saat itu parah dan bejat moral yang dalam pandangan Islam disebut masa jahiliah. Muhammad jg terlahir dengan kondisi keluarga yang rawan kasih sayang –Abdullah ayahandanya meninggal sewaktu beliau berumur 7 bulan dalam kandungan, dan 5 tahun ditinggal sang ibu, Aminah. Dari latar belakang social dan keluarga inilah pribadi Muhammad SAW terbentuk sehingga Muhammad memiliki pribadi yang peka dan senantiasa membaca dan merenungkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dan dialaminya. Muhammad SAW akhir tumbuh menjadi pribadi pemikir dan pemerhati social, tak heran ayat yang diturunkan pertama kali kepadanya juga tentang perintah membaca yakni surat al-Alaq ayat 1-5. Karena alas an serupa pulalah meskipun nabi Muhammad tidak pernah membaca dan menulis (ummi) Nabi Muhammad langsung bias menerima tentang semua perintah Allah yang dibawa oleh Malaikat jibril kepadanya. Wa’ALLAU A’lam. Selamat memperingati hari lahir Muhammad SAW 1434 H.

Mustatho’, S.H.I, M.Pd.I
Dosen STAI Sangatta Kutai Timur, sekaligus guru PAI di SMP YPPSB prima School.
Telp. 081254447281


Friday, November 23, 2012

UTS FIKIH

UTS FIQIH
KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SANGATTA KUTAI TIMUR
JURUSAN SYARIAH


Ujian : UTS 2012/2013
Mata Kuliah : Fiqih
Jurusan : Syari’ah
Semester : 1
Bentuk Ujian : Take Home
Tanggal Penyerahan : Sesuai dengan jadual UAS Fiqh
Kelas : Reguler (A) dan Weekend (B/C)
Dosen : MUSTATHO', M.Pd.I



A. Thaharah

Islam merupakan agama yang mencintai kesucian dan kebersihan. Urgensi kesucian dan kebersihan ini semakin nyata dengan sempurnanya ajaran Islam mengenai tata cara bersuci. Bersuci dari hadas kecil dapat dilakukan dengan wudu; sementara bersuci dari hadas besar dapat dilakukan dengan mandi wajib. Pertanyaanya:
a. Cari dan terangkan sejarah disyariatkannya wudu serta filosofi dari wudu itu sendiri; mengingat tidak semua anggota badan adalah anggota wudu.
b. Jelaskan tata cara tayamum dan mandi junub, sertakan niatnya masing-masing!

B. Shalat
Setiap amalan berpulang kembali kepada niatnya. Niatlah yang mempengaruhi kemana arah dan tujuan dari ibadah; tak pelak dalam setiap ibadah niat selalu berada sebagai rukun. Pertanyaanya:
a. Apa fungsi niat dalam ibadah? Di mana letak/tempat niat? Bagaimana hukum mengucapkan niat di kalangan para ulama?
b. Dalam shalat subuh kita mengetahui kebanyakan ulama memaknai qunut sebagai sunnah ab’ad. Artinya sunnah yang harus diganti dengan sujud sahwi apabila kelupaan mengerjakannya. Pertanyaanya; Bagaimana sejarah timbulnya qunut? Mengapa terjadi perbedaan pendapat seputar qunut subuh? Serta bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut?

C. Puasa

Umat Islam Indonesia tidak pernah sepakat dalam menentukan satu waktu bersama untuk puasa dan lebaran (idul Fitri). Sebagaimana kita ketahui untuk menentukan awal Ramadhan, ada dua cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pertanyaan:
a. Sebutkan dua cara ini dan dalil masing-masing!
b. Menurut anda di antara dua pendapat tentang awal Ramadhan ini, manakah yang paling mendekati kebenaran?. Sertakan alasan anda! .

>. SELAMAT MENGERJAKAN!
Jawaban yang sama antar mahasiswa atau ada indikasi sama, tidak akan diberi nilai.

Monday, November 12, 2012

UTS CIVIC EDUCATION

KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) SANGATTA KUTAI TIMUR
JURUSAN TARBIYAH


Ujian : UTS 2012/2013
Mata Kuliah : Civic Education
Jurusan : Tarbiyah
Semester : 1
Bentuk Ujian : Take Home
Tanggal Penyerahan : Sesuai dengan jadual UAS Civic Education
Kelas : Reguler (A/B) dan Weekend (C)
Dosen : MUSTATHO', M.Pd.I


1. Identitas Nasional adalah karakter khas bangsa yang mutlak ada dalam usaha
pembeda dengan negara lain dan dalam upaya integrasi ke dalam negara
Indonesia sendiri. Pertanyaannya:
a. Jelaskan makna dan urgensi identitas nasional dalam hubungannya dengan
integrasi bangsa?. Bagaimana bila hal itu dikaitkan dengan kondisi negara
Indonesia yang multikultural?
b. Upaya konkrit apa saja yang harus dilakukan agar tumbuh kesadaran sehingga
bisa membentuk kepatuhan dan ketaatan akan identitas nasional kita?
2. Negara terbentuk dengan tujuan agar keteraturan bermasyarakat dan kelompok
kepentingan bisa terakomodasi. Persoalannya adalah;
a. Coba saudara jelaskan keterkaitan antara negara, kelompok etnik dan konflik
sosial?
b. Bagaimana idealnya sebuah negara mengantisipasi dan mengatasi konflik sosial
yang ditimbulkan oleh bentrokan antar kelompok etnik dan atau agama?
3. Negara indonesia adalah negara hukum dimana setiap warga negara sama di
depan hukum. Pertanyaanya:
a. Terangkan usaha-usaha pemerintah yang anda ketahui bahwa penegakan HAM yang
adil senantiasa menjadi prioritas pemerintah!
b. Beri tiga contoh lembaga yang bergerak dalam perlindungan HAM dan terangkan!
4. Bagaimana pula pendapat saudara tentang hadirnya Mahkamah Konstitusi di
Indonesia terkait dengan masalah penegakkan supremasi hukum di Indonesia?
Bagaimana agar Mahkamah Konstitusi dapat berfungsi dengan optimal dan
kewenangan yang strategis serta tetap berada pada jalur yang benar?
5. Jelaskan tentang Islam dan demokrasi di Indonesia! Apakah keduanya saling
bertentangan ataukah saling melengkapi?


•Jawaban yang sama antar mahasiswa atau ada indikasi sama, tidak akan diberi nilai.