Posts

Bumi Kalimantan

Image
LAUT BUMI dan RAWA-RAWA (Awal Episode di Sengata, Kutai Timur) ”Selalu ada rasionalisasi untuk semua hal”. Jawaban inilah yang mungkin keluar dari mulutku saat ini. Tapi tidak saat itu, ketika aku kecil yang tampak terbengong di hadapan gambar rumah Gadang. Rabo (26/11) pukul 11.05 WIB penerbangan Sriwijaya Air Surabaya-Balikpapan telah berkemas untuk take of. Dimulai dengan rutinitas simulasi penyelamatan diri oleh ” 2 pramugari pesawat” yang cantik-cantik, menjadikan hiburan tersendiri bagi sebagian penumpang di awal penerbangan. Bagaimana tidak, meskipun setiap penumpang tentunya hapal sehapal mengeja nama dua plakat nama ”DIAN” dan ”RARA” yang tertempel di dada sebelah kiri masing-masing pramugari, namun tetap saja mereka adalah santapan manis di awal perjalanan panjang yang bakal di jalani oleh sebagian besar penumpang setelah penerbangan landing. ”Penumpang Sriwijaya Air, Perjalanan kita akan take of pada pukul 11.15 WIB. Perjalanan ini akan memakan waktu terbang sekitar 1 jam

INFO Lomba

Lomba Foto PERTAMINA Bagi Masyarakat Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-51 PERTAMINA dan sebagai bagian dari upaya untuk lebih mengenalkan peranan Pertamina bagi masyarakat, Pertamina bekerjasama dengan Harian Tribun Kaltim menyelenggarakan Lomba Foto ‘PERTAMINA Bagi Masyarakat’ Program berlangsung dari tanggal 24 November 2008 sampai dengan 21 Desember 2008 dengan perincian jadwal sebagai berikut: Penerimaan foto : 24 November 2008 - 13 Desember 2008 Penjurian : 16 - 18 Desember 2008 Pameran foto : 19 - 21 Desember 2008 Pengumuman : 21 Desember 2008 Ketentuan Lomba: 1. Tema lomba: PERTAMINA Bagi Masyarakat 2. Objek foto: Segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan Pertamina yang dapat memberikan gambaran tentang peranan Pertamina bagi masyarakat. 3. Terbuka untuk umum (baik usia, pendidikan maupun pekerjaan/profesi) bagi WNI yang berdomisili di seluruh wilayah Kalimantan Timur. 4. Lomba ini tidak dapat diikuti oleh seluruh karyawan PT Pertamina d

REFLEKSI HUKUM

LAMPU MERAH DAN DISIPLIN LALULINTAS (20 Push Up untuk Pelanggar Lampu Merah) Minggu (09/11), Pondok Pinang, Jakarta Selatan News-. Angkot D01 warna biru langit meluncur gontai dari arah pasar Kebayoran Lama. Sesekali angkot berhenti tiba-tiba di setiap gang yang dilewatinya. Seakan mengerti kehendak sopir tuk memastikan tidak ada seorangpun yang bertujuan ke arah Ciputat diserobot angkot lainnya, buru-buru sekali gas menyalak. Kepulan asap kenalpotpun menghintamkan jalan menandai jalanan yang telah dilewatinya. “Tarikan lagi sepi, masak sampai sejauh ini baru ada 3 penumpang diangkotku”, gerutu sang sopir sambil menatap kaca pengintai penumpang yang terletak di atas kepalanya. “Benar juga hanya ada 3 orang”, sahutku dalam hati, sambil memelototi para penumpang yang terdiri dari aku, seorang ibu separuh baya yang tampaknya menghabiskan uang banyak untuk mengusir kulitnya yang mulai agak keriput dengan mack up tebalnya, dan seorang bapak yang jelas sekali merasa capai setelah se

EKONOMI KERAKYATAN

Image
EKONOMI HARUS MEMIHAK RAKYAT Mustatho’ Judul Buku : Kebijakan Ekonomi Pro Rakyat, Antara Komitmen dan Jargon Penulis : Fahmi Radhi Penerbit : Penerbit Republika Tahun terbit : Oktober 2008 Tebal buku : xxxii+202 halman Harga : 27.000. Published : Koran Jakarta, 17 Nopember 2008. Memperbincangkan pertumbuhan ekonomi pada sebuah negara, adalah menilai indikator-indikator yang dapat dijadikan rujukan ke arah mana sistem ekonomi ini bergerak memenuhi tujuannya. Indikasi paling dasar dari pertumbuhan ekonomi yang baik adalah berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi dikatakan baik jika mendekati laju pengangguran. Artinya pertumbuhan ekonomi dikatakan berhasil jika mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang cukup bagi pengangguran, yang pada akhirnya mengangkat derajat kemiskinan rakyatnya. Kenyataannya, tidak satu negara pun di dunia ini yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan untuk tiap angkatan kerja (full employment), kecuali pr

PANGGUNG DUNIA

Image
OBAMA JUGA MANUSIA BIASA Tanggal 4 November 2008, bukan saja adalah tahun kemenangan BARACK Obama (46) yang telah mencatat sejarah, menjadi presiden AS kulit hitam pertama dari Partai Demokrat. Sebagian dunia berharap banyak, dari seorang yang mempunyai filosofi “Perubahan” ini akan tatanan dunia yang lebih baik. Perolehan spektakuler Obama ini bukanlah perolehan instant. Dunia saat ini merasakan euforianya, namun apakah dunia tahu dan mau tahu ketika Obama dulu?. Obama yang menapaki kehidupan pahit, ditinggal ayah (Barack Hussein Obama asal Kenya), yang punya tiga istri lain, selain ibu kandung Obama, Stanley Ann Dunham. Ibu kandungnya kemudian menikah dengan Lolo Soetoro. Obamapun terdampar di Bumi Indonesia. Ia menjadi sebatang kara setelah ibunya memilih pergi ke Indonesia, mengikuti suami keduanya itu. Setelah sempat tinggal di Indonesia, Obama memilih kembali ke Hawaii, tinggal bersama kakek dan nenek kulit putih. Pergulatan hidup dimulai karena hidup tanpa orangtua kandung, dii

Mari Berbagi Untuk Negeri

Image
Suarakan, Suaramu...! CANGE WE CAN BELIEVE IN...! Pattiro Mengundang Semua anak negeri untuk berbagi, peduli, menyuarakan dan berjuang tidak untuk diri, untuk Bangsa ini! CALL FOR PAPER - PATTIRO 2008 PATTIRO adalah sebuah organisasi non pemerintah yang didirikan pada tanggal 17 April 1999. keberadaan PATTIRO bertujuan mendorong terwujudnya good governance dan mengembangkan partisipasi public di Indonesia, khususnya pada level local. Fokus perhatian PATTIRO adalah eningkatan pelayanan public, pengembangan sistem perencanaan dan penganggaran, peningkatan kapasitas aparat penyelenggara pemerintahanan anggota legislative, peningkatan kapasitas pers serta pemberdayaan masyarakat warga. Dalam rangka menyusun Laporan Alternatif potret pemenuhan hak ECOSOC di Indonesia, Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) membuka penawaran bagi organisasi/individual untuk memberikan sumbangan tulisan dengan tema “Tiga Tahun Pasca Ratifikasi: Situasi Pemenuhan dan Agenda Mainstreaming Hak ECOSOC Da

Ekonomi Islam Solutif

Image
Resensi Buku (Islam dan Sistem Ekonomi Berkeadilan) Oleh : Mustatho' 26-Okt-2008, 01:57:41 WIB - [www.kabarindonesia.com] Islam dan Sistem Ekonomi Berkeadilan Judul Buku : Buku Induk Ekonomi Islam Penulis : Muhammad Baqir ash-Shadr Penerbit : Zahra Publishing House, Jakarta Tahun Terbit : I, Agustus 2008 Tebal Halaman : 600 halaman Organisasi Konferensi Islam (OKI) dalam sidangnya di Karachi pada medio Februari 1973, secara resmi mengumandangkan gagasan tentang perlunya perbankan bersistem Islam sebagai lembaga pendanaan yang punya peran strategis dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dan negara Islam. Belakangan, kehadiran Bank Islam, BMI, BPR Syari'ah, dan BMT adalah wujud dari kegairahan terhadap sistem ekonomi Islam ini, yang mempunyai sistem mekanisme operasional tanpa bunga (interest) dengan melalui pembiayaan investasi dengan sistem bagi hasil, memberikan kesempatan yang luas untuk berusaha, sehingga menumbuhkan lapangan usaha baru dan memberdayakan ekonomi ummat. The

Komoditisasi pesan agama

Image
Solo Pos, Edisi : Jum'at, 17 Oktober 2008 , Hal.4 Ketika agama diperdagangkan Banyak iklan di TV yang menawarkan dimensi mistis, terkait dengan masa depan, karier maupun jodoh. Kebimbangan–atau mungkin tepatnya disebut tipisnya iman—manusia modern dijadikan acuan memasarkan ramalan, primbon ataupun “pandangan” masa depan. Hal ini terasa sangat aneh, mengingat bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan. Hal yang seharusnya menjadi tontonan, dianggap sebagi tuntunan, sebaliknya tuntunan yang semestinyapun dilupakan. Memang, setiap manusia baik sebagai individu ataupun sebagai anggota kelompok masyarakat membutuhkan tata atur, rasa ny

Agama yang Membebaskan

Image
Agama yang Membebaskan Oleh Mustatho Suara Karya, Edisi Senin, 6 Oktober 2008 Fenomena keagamaan dewasa ini sulit dipahami. Agama yang semangat idealnya membebaskan, memberdayakan, dan memanusiakan (memuliakan) manusia, justru menjadi derita bagi sebagian manusia lain. Puasa memang telah lewat, namun bertindak baik dan solidaritas sosial kepada sesama yang telah kita bangun selama bulan Ramadhan tidak boleh berakhir. Puasa adalah prototipe model keberagamaan yang harus selalu diaktualisasikan. Praksis agama adalah pembebas dan pembela kaum papa. Aktualisasi kesehariannya tidak hanya pada bentuk ritus formal-yang pada skala mikro membebaskan bagi pelakunya semata-tetapi juga harus merambah pada kantong-kantong sosial kemasyarakatan secara menyeluruh. Praksis ini harus menjadi visi hidup setiap umat beragama. Substansi agama sebagai pembebas dan pembela kaum tertindas tidak sekadar menjadi ujaran teks agama, yang melangit dan penuh ujaran utopis. Dalam Islam, semua norma agama terk

Puasa Sebagai Terapi

Image
Puasa sebagai Terapi Kesehatan Koran Jakarta, Selasa, 30 September 2008 Judul : Puasa sebagai Terapi; Agar Puasa Tidak Sekadar Lapar dan Dahaga Penulis : Djayadi MT Penerbit : Mizania, Bandung Tahun : I, September 2007 Tebal : 326 Halaman Harga : Rp39.000 Dalam setiap tahun, seorang muslim diwajibkan melaksanakan puasa selama sebulan penuh. Pertanyaannya, sudahkah kita mengerti faedah yang terkandung dalam ajaran puasa yang rutin kita laksanakan tiap bulan Ramadhan ini? Mengapa kita mau berlapar-dahaga setiap hari kalau hanya akan menjadikan diri sakit? Gairah kerja turun?Selama ini terdapat anggapan umum bahwa puasa dan kesehatan tidak memunyai korelasi langsung, bahkan sebaliknya, banyak orang menilai puasa sebagai kendala kerja dan mempengaruhi produktivitas kerja yang ada. Inilah yang hendak diluruskan dengan kehadiran buku ini, bahwa puasa secara psikologis tidak mengganggu kesehatan, lapar dan haus merupakan conditioned reflex yang bisa diatur dengan buka dan sahur. Kebutuhan en

PARADOKS RAMADHAN

Image
Duta Masyarakat Senin, 22 September 2008 Mustatho' Apa yang tidak ada dalam bulan Ramdhan?. Semua umat Islam merasakannya, bahwa Ramadhan memang bulan special. Ia ada di mana-mana; jalan-jalan, perkantoran, toko, bahkan sampai di pasar-pasar tradisional. Nuansa Ramadhan seakan tidak mensisakan ruang kosong sedikitpun bagi tandingan budaya selainnya, hiburan malam diliburkan, salon pijat dan ‘remang-remang’ disterilkan, penggerebekan menjadi keharusan. Acara-acarapun marak dibikin sebagai simbolisasi keterlibatan langsung secara emosional pada bulan yang penuh berkah ini. Ramadhan akhirnya menjadi komoditas yang sangat laku diperjual-belikan. Tidak hanya oleh kalangan umat Islam, tradisi Ramadhan di Indonesia adalah milik semua orang –entah ia Islam ataupun tidak. TV mengeruk berkah dengan film, sinetron dan sekian banyak acara yang khusus hanya tayang ketika bulan ini datang, para musisi ramai ramai menjajakan verbalitas religius. Pun par

MEWISUDAPURNAKAN JIWA MANUSIA

Image
Mustatho’ Prespektif ilmu apapun, juga agama manapun, manusia ditempatkan sebagai makhluk yang paling muliya dan utama. Hanya manusialah yang memiliki potensi kesempurnaan. Manusia sempurna menjadi perwujudan ilahi di dunia ini. Disaat kondisi kemasyarakatan begitu memprihatinkan seperti saat ini, manusia dihadapkan pada posisi tepat untuk menjadi diri mereka seutuhnya yang mampu secara konsekuesional menanggung peran sebagai perwakilan Allah di dunia ini ( khalifatullah fi al-Ardl) . Untuk itulah manusia perlu mengembangkan diri sejalan dengan peran yang embannya. Salah satu jalannya dapat diraih dengan mensucikan jiwa ketuhanan yang dimiliki manusia. Untuk mengembangkan diri, terlebih dahulu harus dipahami siapa entitas manusia itu sebenarnya. Dalam prespektif ilmu tasawuf (sufitik), diri manusia memiliki tiga penopang utama, yakni al-Basyar , al-Nafs dan al-Ruh . Manusia sebagai al-Basyar adalah wujud manusia yang terdiri dari gumpalan daging dan susunan tula

PEMUDA DAN PERALIHAN KEKUASAAN

Image
Mustatho' Pemilu 2009 didepan mata, hingar kepentingan politikpun terserak ke mana-mana. Apa yang tidak bisa dilakukan demi meraih obsesi tertinggi dalam politik ini? Semua sah dan ‘halal’ di lakukan. Sebagaimana kaedah fikih maalaa yatiim al-Wajib illa bihi fahuwa Waajib (apapun yang dapat menyempurnakan kewajiban maka ia-pun berarti wajib dilakukan). Konsepsi teologis inilah yang kemudian melatari paradigma mainstream politikus kita, calon pemimpin dan partai politik di Indonesia, bahwa mensejahterakan bangsa, mengentaskan kemiskinan, dan pada akhirnya membangun peradaban bangsa Indonesia adalah urusan kuasa dan kepemimpinan politik yang hanya bisa diwujudkan jika mereka menjadi RI 1 (presiden). Tak pelak, para tokoh mudapun bermunculan untuk merebutkannya. Kemunculan kontestan-kontestan baru ini melahirkan perang strategi yang lebih bervarian. Namun di tengah kreatifitas strategi meraih simpati ini, yang perlu diprihatinkan pada akhirnya adalah, kompetensi yang cenderung tid

MENCERMATI PENYELENGGARAAN MANAGEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Image
Kolom Guru Oleh Mustatho’ Penyakit patologi birokrasi yang terus menjangkiti dunia pendidikan di Indonesia mengakibatkan pendidikan tidak menemukan formulasi manajemen yang tepat dan relevan di tengah-tengah rendahnya kualitas dan mutu pendidikan Indoneasia. Terbukti berbagai upaya inovasi dan perbaikan sistem serta manajemen pendidikan mulai dari desentralisasi pendidikan, otonomi sekolah, hingga manajemen berbasis sekolah (MBS) yang telah digagas pemerintah sampai saat ini ternyata tidak mampu mendongkrak mutu pendidikan nasional. Akhirnya yang terjadi daya saing output pendidikan kita tergolong lemah dibandingkan dengan negara-negara lain. Kualitas pendidikan di Indonesia menempati urutan ke 33 dalam daftar kualifikasi pendidikan di dunia. Isu rendahnya kualitas pendidikan ini kemudian melebar pada ranah subtansial, yakni ketidakmerataan mutu pendidikan yang ada, antara sekolah kota, desa, negeri-swasta bahkan lebih lebar ada distingsi yang sangat kentara antara sekolah umum dan se